Beranda Pondok Pesantren Alkhairaat Nasehat Habib Saggaf: Buka Mata, Buka Telinga, Tutup Mulut

Nasehat Habib Saggaf: Buka Mata, Buka Telinga, Tutup Mulut

566
0

Alkhairaat Sigi – Habib DR. Alwi Aljufri, MA., PLT Ketua Utama menceritakan beberapa nasehat-nasehat dan kisah dirinya saat bersama ayahanda, Alm. Habib Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat, Kamis (16/9/2021).

“Pada kesempatan ini saya ingin mengobati kerinduan kita semua kepada Habib Saggaf. Saya ingin berbagi cerita bagaimana beliau membangun karakter anaknya lewat nasehat-nasehatnya,” ujar Alwi.

Alwi menyatakan bahwa ayahanda, Habib Saggaf dalam menasehati anak-anaknya menggunakan dua pendekatan yaitu, pendekatan filosofis dan pendekatan sosiologis.

“Ada tiga hal yang beliau (Habib Saggaf) katakan, pesan yang sederhana. Buka mata, buka telinga, tutup mulut,” ujarnya.

Berita lain: HPA Tarakan Gelar Milad Alkhairaat ke 91 Tahun

Pesan pertama, Buka Mata, menurutnya ini adalah anjuran untuk melakukan sesuatu itu dengan objektivitas, bukan subjektivitas.

“Lakukan sesuatu itu berdasarkan objektivitas, jangan subjektivitas, jangan berdiri diatas asumsi, jangan ada like dan dislike, tinggalkan itu semua,” ujarnya.

Pesan kedua, Buka Telinga, artinya kita jangan tipis telinga.

“Dengar kritikan, dengar masukan yang membangun,” ujarnya.

Alwi Aljufri mengungkapkan saat dirinya berumur 15 tahun, ia pernah ditegur oleh ayahanda karena dirinya banyak salah dalam membaca kitab. Melihat dirinya yang tidak terima ditegur, ayahanda kemudian berkata:

“Seseorang itu yang mau jadi pemimpin harus siap menerima kritikan, harus siap menerima teguran,” ungkapnya.

Berita lain: Ince Ami Sosok Khadijah di Alkhairaat

Pesan ketiga, Tutup Mulut, menurutnya pesan ini berhubungan dengan agama seseorang.

“Dari baiknya Islamnya seseorang, meninggalkan hal-hal yang bukan urusanya. Disamping menjaga prilaku, sikap, mulut jangan ada dusta,” tambahnya.

Alwi Aljufri kemudian menceritakan tentang perjalanan beliau bersama ayahanda yang menurutnya adalah pesan terakhir dari Almarhum.

“Bagaimana kita bersama-sama untuk menjaga warisan ini agar tetap jaya seperti apa yang dikatakan oleh pendahulu-pendahulu kita semua,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here