Alkhairaat Touna – Aktivitas di Pondok Pesantren (Ponpes) Alkhairaat Bantuga, Desa Bantuga, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, dipastikan tetap berjalan normal dan kondusif. Informasi yang beredar di media sosial terkait pondok yang disebut-sebut kosong dan tidak lagi beraktivitas, ditegaskan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pelaksana tugas (Plt) Pimpinan Ponpes Alkhairaat Bantuga, Ustadz Umar Samir, menjelaskan bahwa kondisi pondok sempat terlihat sepi karena para santri diliburkan selama dua hari dalam rangka peringatan 17 Agustus. Momen tersebut dimanfaatkan pihak pondok bersama orang tua santri dan masyarakat untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren.
“Santri kami memang diliburkan selama dua hari, sehingga terlihat sepi. Hari Selasa kegiatan belajar mengajar sudah kembali dimulai seperti biasa,” ujar Ustadz Umar dalam keterangannya.
Ia menegaskan, dinamika yang terjadi di lingkungan pondok hanya sebatas pergantian pimpinan oleh Pengurus Besar (PB) Alkhairaat dan tidak berdampak pada proses pendidikan. Tenaga pendidik tetap aktif menjalankan tugas, dan mayoritas santri masih mengikuti kegiatan seperti biasa.
Menurutnya, memang terdapat sejumlah santri yang sementara waktu kembali ke rumah, namun jumlahnya hanya sebagian kecil dibandingkan total santri yang mencapai ratusan orang. Beberapa di antaranya bahkan telah menyampaikan keinginan untuk kembali melanjutkan pendidikan di pondok.
“Ada orang tua yang menghubungi kami dan mengaku sempat terpengaruh informasi yang tidak benar. Mereka berencana memasukkan kembali anaknya,” tambahnya.
Ustadz Umar juga mengungkapkan adanya isu-isu yang beredar dan sempat menimbulkan keresahan di kalangan santri. Namun ia memastikan kondisi di Bantuga tetap aman dan terkendali. Dukungan masyarakat setempat pun dinilai sangat kuat, terbukti dengan keterlibatan mereka dalam kerja bakti bersama pihak pondok.
Ke depan, pihaknya berkomitmen melakukan penataan dan pembenahan tata kelola pesantren, termasuk peningkatan transparansi administrasi dan manajemen, guna menjawab harapan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PB Alkhairaat, Dr. HS Mohsen Alaydrus, menyampaikan bahwa keputusan pergantian pimpinan telah melalui berbagai proses dan pertimbangan matang. Ia menegaskan langkah tersebut diambil demi kebaikan dan keberlangsungan pondok ke depan.
“Semua keputusan tentu melalui tahapan dan pertimbangan. Tujuannya semata-mata untuk perbaikan dan kemajuan lembaga,” ujarnya.
Ponpes Alkhairaat Bantuga sendiri menaungi satuan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), dengan santri yang berasal dari wilayah Tojo Una-Una maupun luar daerah. Hingga kini, kegiatan pendidikan di pondok tersebut tetap berlangsung sebagaimana mestinya.










