Home Aset Alkhairaat Jual Aset Alkhairaat, HPA Touna Tempuh Jalur Hukum

Jual Aset Alkhairaat, HPA Touna Tempuh Jalur Hukum

317
0

Alkhairaat Touna – Himpunan Pemuda Alkahiraat (HPA) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) akan menumpuh jalur hukum atas penebangan dan penjualan aset milik Alkhairaat oleh salah seorang oknum di Kelurahan Uentanaga Atas.

Dilansir dari Media Alkhairaat, terdapat 78 pohon kelapa yang ditebang oleh oknum tersebut tanpa pemberitahuan kepada tokoh-tokoh Alkhairaat setempat.

Ketua PD HPA Touna, Moh. Safa’ad, Kamis (04/05), mengatakan, pohon kelapa tersebut dikelola oleh Alkhairaat dengan tujuan untuk pembangunan masjid dan Madrasah Ibtidaiyah. Namun sangat disayangkan, pohon kelapa yang sudah diwakafkan oleh para pendahulu, dijual sepihak oleh oknum tersebut.

Menurutnya, penebangan pohon kelapa tersebut telah menui protes dari tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Uentanaga Atas. Hal itu dibuktikan lewat surat aspirasi masyarakat yang ditujukan kepada DPRD dan Bupati Touna.

“Surat aspirasi tersebut ditandangani oleh 22 orang tokoh agama dan masyarakat di Keluraham Uentanaga Atas. Dalam surat itu, mereka mengajukan keberatan atas ditebangngnya pohon kelapa yang berada di tanah wakaf Alkhairaat. Kami dari HPA pun akan memperkarakan,” tegasnya.

Namun, kata dia, sebelum upaya hukum dilakukan, pihaknya tetap akan melakukan mediasi dengan yang bersangkutan.

“Meskipun sudah perhah dilakukan mediasi, kita berharap agar pemerintah cecepatnya menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Sementara itu, Marsuk Asrur, mantan Ketua RT VI Kelurahan Uentanaga Atas, menyesali tindakan penebangan dan penjualan pohon kelapa yang berada di tanah wakaf Alkhairaat, tanpa melalui musyawarah.

“Masalah ini sebetulnya sudah di bawah ke pertemuan dan sudah menghadirikan ahli waris wakaf, namun tidak melahirkan solusi,” ujarnya.

Menurutnya, 78 pohon kelapa yang ditebang berada di dua lokasi, satu lokasi sebanyak 60 pohon dan di lokasi lainnya sebanyak 18 pohon.

“Kami semua memegang bukti-bukti penjualan, termasuk kwitansi. Semua bukti penjualan lengkap dalam kwitansi tersebut. Pohon kelapa itu dijual seharga Rp200 ribu per pohon. Jadi total kalau 78 pohon sebesar Rp15,6 juta,” ungkapnya.

Penulis: Safaad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here