Beranda Haul Guru Tua Cucu Pendiri Alkhairaat Hadiri Haul Guru Tua ke-54 di Morowali

Cucu Pendiri Alkhairaat Hadiri Haul Guru Tua ke-54 di Morowali

549
0

Haul Guru Tua ke-54 di Morowali dihadiri oleh ribuan umat muslim, khususnya Abnaul Khairaat yang berada di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Sabtu (21/5).

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh sejumlah tokoh Alkhairaat, khususnya para cucu pendiri Alkhairaat seperti, Sayyid Ali al-Jufri, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sayyid Idrus al-Habsyi, Pimpinan Pondok (Ponpes) Darul Mustafa Lil Khairaat, Sayyid DR. Hasan al-Habsyi, Pimpinan Ponpes Alkhairaat Pusat Palu.

Habib Hasan al-Habsyi membacakan Manaqib di Haul Guru Tua ke54 di Morowali

Hadir pula dalam kesempatan itu Bupati Morowali, Drs. Taslim., M.Pd., Perwakilan Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Morowali, Dra. Marwia, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Acara Haul Guru Tua ke-54 dimulai dengan pembacaan sejarah (Manaqib/Biografi) dari pendiri Alkhairaat yang dibacakan oleh Sayyid DR. Hasan bin Idrus al-Habsyi, Lc., M.Ag., kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum PB Alkhairaat, dan Bupati Morowali, dan ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Sayyid Idrus bin Abdilah al-Jufri dan Sayyid Ahmad al-Muhdor.

Sayyid Ali al-Jufri dalam sambutanya mengajak masyarakat Morowali untuk kembali mengaktifkan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di desanya masing-masing, sebagaimana yang dilakukan oleh Guru Tua.
“Saya lihat banyak sekolah yang tutup khsususnya sekolah sore, Banyak tutup di Morowali ini. Sedangkan rahasianya Guru Tua itu ada di sekolah sore, kecintaan kepada Guru Tua tidak hanya sebatas ucapan semata. Melainkan apa yang diinginkan oleh Guru Tua turut dipratekkan dengan menghidupkan kembali sekolah-sekolah yang sudah tutup, murid-murid Guru Tua justru banyak terlahir dari wilayah Bungku dan Kolonodale”, ungkap Ketua Umum PB Alkhairaat itu.

Sambutan Ketua Umum PB Alkhairaat

Ditempat yang sama, Drs. Taslim dalam sambutanya menyampaikan bahwa setelah mendengarkan Manaqib atau Biografi Pendiri Alkhairaat yang dibacakan oleh Sayyid Hasan al-Habsyi tentunya bisa dilihat bagaimana visi dan misi Guru Tua dalam mengembangkan perguruan Alkhairaat di Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Morowali.

“Hal ini tidak dapat dipungkiri dalam memberikan manfaat bagi kita semua, untuk itu saya sebagai Abnaul Khairaat yang diberikan amanah oleh masyarakat morowali sebagai Bupati berkomitmen membesarkan yayasan atau perguruan Alkhairaat di daerah kita”, tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here