Home Sejarah Islam Alkhairaat dan Keluarga Lamakarate

Alkhairaat dan Keluarga Lamakarate

939
0

Alkhairaat – Lamakarate merupakan salah satu sosok Raja yang mempunyai perhatian besar terhadap pendidikan. Hal ini menjadi salah satu alasan kedekatan Lamakarate dan pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua).

Dikisahkan oleh Hj. Syarifah Sadiyah binti Idrus bin Salim Aljufri;

“Ketika Aba saya (Habib Idrus bin Salim Aljufri – Guru Tua) membuat acara, tidak dimulai acara tersebut hingga Lamakarate datang.”

Hubungan ini semakin erat ketika Daeng Maria Djaelangkara keponakan dari Lamakarate menjadi murid Guru Tua. Setelah beberapa tahun menimba ilmu dari Guru Tua, Maria Djaelangkara diangkat oleh Lamakarate sebagai Pua Kali (Kadhi) Kerajaan Sigi-Dolo. Keputusan pengangkatan ini memperkuat pengaruh Alkhairaat di Sigi.

Hubungan antara keluarga Lamakarate dengan Alkhairaat terus berlanjut sesuai dengan garis waktu sejarah hingga hari ini.

Tahun 1971, misalnya, Daeng Lawawo Lamakarate meminta kepada Habib Muhammad Aljufri (Ketua Umum PB Alkhairaat pada saat itu) untuk menjadi imam salat Idul Fitri di Biromaru. Namun, karena beliau telah dulu diundang oleh masyarakat Dolo, sehingga diutuslah Habib Saggaf Aljufri untuk menggantikanya.

Pada tahun 1972, Nurlin Lamakarate menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ushuludin IAIN Alauddin di Palu mendampingi Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri (Ketua Utama Alkhairaat) yang menjabat sebagai Dekan.

Pada tahun 1973, dua cucu dari Lamakarate masuk sebagai Pengurus Besar (PB) Alkhairaat yaitu, Daeng Maradja Lamakarate diangkat sebagai Anggota Dewan Penasihat PB. Alkhairaat dan Nurlin Lamakarate sebagai Majelis Urusan Perguruan Tinggi.

Pada tahun 1973, Alkhairaat mendukung Lolontomene Lamakarate sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Sementara itu, tahun 1980, bersama Hj. Syarifah Sadiyah Aljufri dan Habib Abdillah bin Muhammad Aljufri, Nurlin Lamakarate menjabat sebagai Pengurus Besar Alkhairaat.

Di luar kepengurusan dalam struktur organisasi, keluarga Lamakarate turut memberikan sumbangsih terhadap pendidikan di Alkhairaat. Wakaf tanah yang saat ini digunakan sebagai Kampus II Universitas Alkhairaat, Fakultas FKIP di Jl. Karadjalembah, Kota Palu, berasal dari keluarga Lamakarate.

Keturunan Lamakarate hingga saat ini masih aktif sebagai pengurus di Alkhairaat seperti DR. H. Moh. Agus Lamakarate, SP., MES. Atas persetujuan dari Habib Saggaf Aljufri, Agus Lamakarate diangkat sebagai sebagai Panitia Pelaksana Muktamar Alkhairaat yang tertunda pelaksaannya akibat Covid-19.

Begitu juga dengan saudaranya, DR. H. Muh. Hidayat Lamakarate, MS.i. selalu hadir dalam kegiatan seminar dan forum diskusi yang diselenggarakan oleh Universitas Alkhairaat. Selain itu, DR. H. Muh. Hidayat Lamakarate, MS.i. beberapa kali ikut mendampingi pejabat kementeriaan yang berkunjung di Universitas Alkhairaat. Istrinya, Hj. Winiar Ratana Kamdani, SE, adalah alumni Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu.

Rujukan:
1. Wawancara Hj. Syarifah Sadiyah Aljufri
2. Mohammad Sairin, Bangswan Sigi Dalam Arus Perubahan: Keluarga Lamakarate Dalam Politik di Sulawesi Tengah, 1907-1982.
3. Rizka Fadliah Nur, Perguruan Islam Alkahiraat di Kota Palu.
4. Alkhairaat Wikipedia

Penulis: Alfagih Mugaddam
Editor: Ahsan Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here