Home Alkhairaat Panitia Haul Guru Tua Ke-58: Penyelenggaraan Haul Tanggung Jawab Keluarga

Panitia Haul Guru Tua Ke-58: Penyelenggaraan Haul Tanggung Jawab Keluarga

1782
0

Alkhairaat Palu – Komplek Alkhairaat memanas saat kedatangan truk pengangkut tenda, Selasa malam (17/3/2026). Ketegangan terjadi akibat konflik panitia Haul Guru Tua versi Keluarga dan PB Alkhairaat. Keributan dipicu oleh upaya paksa pemasangan tenda Haul Guru Tua ke-58 oleh pihak panitia versi PB Alkhairaat

Berdasarkan pantauan di lokasi, pihak panitia Haul Guru Tua versi keluarga yang hadir pada malam itu Sayyid Muhammad Al-Habysi, dan Sayyid Abu Bakar Al-Jufri melarang adanya pemasangan tenda Haul di dalam Komplek Alkhairaat. Adu mulut pun terjadi antara Sayyid Muhammad Al-Habsyi (Memet) dan beberapa orang yang mengingikan agar tenda Haul Guru Tua segera didirikan.

“Kami tidak memaksakan keinginan, tapi ini sudah menjadi Keputusan keluarga,” ujar Memet.

Meski telah dijelaskan, perseteruan belum juga mereda, sehingga beberapa keluarga menghubungi mantan Ketua Panitia Haul dan beberapa aparat kepolisian tetap berjaga.

Sekitar setengah jam kemudian pihak panitia keluarga mulai berdatangan dilokasi tempat kejadian. Nampak hadir Habib Idrus Al-Habsyi dan beberapa anggota Majelis Ar-Raodhah, serta Abnaul Khairaat lainya.

Menurut Habib Idrus Al-Habsyi penyelenggaraan Haul adalah tanggung jawab keluarga, bukan organisasi. Habib Idrus Al-Habsyi menyatakan bahwa dirinya telah beberapa kali menjadi Panitia Haul Guru Tua, begitu pula dengan kakak beliau, Habib Mochsen Al-Habsyi.

“Haul adalah tanggung jawab keluarga.” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Mustafa Lil Khairaat itu.

Dilansir dari Media Alkhairaat, Pengarah Panitia Haul Guru Tua ke-58 (versi keluarga), Ichsan Mohammad Saleh menilai pelaksanaan Haul tahun lalu cukup memprihatinkan karena masih adanya informasi terkait piutang panitia pelaksana.

“Sampai saat ini kami mendapat informasi bahwa panitia pelaksana tahun lalu masih memiliki piutang. Jika sudah seperti itu, tentu keluarga almarhum (anak/cucu) yang paling merasa malu,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here