Alkhairaat Yaman – Peringatan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) menjadi momen yang sangat dinanti oleh Abnaul Khairaat, tak terkecuali para pelajar dan mahasiswa Alkhairaat di Yaman. Saat itu semua rasa senang, tawa, dan kerinduan akan madrasah dan pendidik-pendidik yang tulus, melebur menjadi satu, Kamis, (26/7)

Diprakarsai oleh beberapa orang alumni Alkhairaat, acara Haul Guru Tua menjadi salah satu acara rutin yang diadakan setiap tahun oleh para Abnaul Khairaat. Haul dimulai sesudah zuhur pukul 12.30 dan berakhir pukul 16.00 di salah satu tempat yang disewa oleh panitia pelaksana. Sy. Haikal Alhabsyi sebagai ketua. Sy. Alwi Alhabsyi, konsusmsi, dan M.Fitrah menangani transportasi.

Haul dibuka dengan pembacaan yasin dan tahlil yang dipimpin sayyid Haikal bin Zen Alhabsyi, murid Daarul Musthafa asal Palu dan Pembacaan manaqib Guru Tua berbahasa arab dari kitab ‘Kawkab durriy fi manaqib wa maatsir Sayyid Idrus bin Salim Aljufri’ yang dibacakan Sayyid Abd. Hafiz Alhabsyi, Alumni Universitas Alahgaff asal Luwuk. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Andrian pratama, lulusan S1 kuliah hukum di Universitas Alahgaff asal Dataran Bulan, tentang kiat dan resep sukses selama menempuh masa study di Yaman.

“Jika pada momen Haul di Palu para hadirin mendapat kesempatan menziarahi makam Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, dan bertatap langsung dengan habib Seggaf, di sini kita bisa menziarahi kota Taris, tempat bersejarah cikal bakal ribuan madrasah Alkhairaat di Indonesia Timur, ataupun sekedar melepas rindu dengan berkumpul dengan cucu Guru Tua yang sedang menuntut ilmu di ‘negri sejuta wali’ ini,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri dua puluh delapan orang pelajar Alkhairaat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Palu, Makassar, Ampana, Buol, Togean, Manado, Gorontalo, Jakarta, Kalimantan hingga Malaysia.

Acara ditutup dengan foto bersama Abnaul Khairaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here