Alkhairaat – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat Palu (UNISA PALU)  menggelar seminar internasional “Mengenal Epilepsy.” Bertempat di hotel Mercure, seminar tersebut menghadirkan Professor Nobukazu Nakasato, M.D, Ph.D, dari Tohoku University, Sendai Jepang dan Yosuke Kakisaka, M.D, Ph.D, juga dari Tohoku University, Sendai Jepang.

Dalam sambutannya, Rektor Unisa, H. Dr. Hamdan Rampadio, SH, MH menyebutkan. Kedatangan Professor dari Negara Jepang tersebut, untuk bekerja sama dengan Unisa Palu, yang di rangkaikan dengan pelaksanaan seminar internasional. Kerjasama internasional kedua Universitas itu bukti nyata kalau Unisa Palu sangat di perhitungkan.

“Buktinya kami di Unisa juga di lirik oleh pihak luar, yang mau bekerja sama di bidang pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Rektor Unisa, rabu (5/7).

Menurut Rektor bahwasanya isu yang dengan sengaja, di sebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab melalui media medsos tidak benar dan bohong, karena selama ini Unisa Palu telah di fitnah, untuk di tutup, bahkan ijazah lulusan Unisa Palu pun tidak akan di terima menjadi pegawai negeri sipil. Sementara itu data dari Kopertis Wilayah XI Unisa urutan ke 19 besar dari 386 Perguruan Tinggi (PT).

Kemudian lanjutnya, untuk tingkat nasional Unisa berada pada urutan ke 374 dari 4000 lebih Perguruan Tinggi di Indonesia, olehnya isu yang selama ini beredar tentang Unisa Palu, itu sangatlah tidak benar dan sifatnya hoax yang tidak dengan sengaja menjatuhkan Unisa. Selanjutnya selain kerjasama dengan Tohoku University, Unisa Palu juga sudah menerima konfrimasi dari perguruan tinggi lainnya di dunia.

“Rencananya akan bekerja sama dengan Singapura, Thailand dan beberapa negara lainnya juga,” terangnya.

Ketua Panitia Seminar Nasional, dosen Fakultas Kedokteran Unisa, dr. Wijoyo Halim, S.p, M.Kes menyatakan. Tohoku University dari Sendai Jepang adalah Universitas terbesar ke tiga di Negaranya, dan Universitas pertama kalinya menerimah mahasiswa dari Negara luar, untuk belajar dan kuliah di Negara tersebut.

Sedangkan Dekan Fakultas Kedoteran Unisa, dr. H Andi Mukramin Amran, Sp Rad menjelaskan, kerjasama antar kedua Universitas itu bergerak di bidang pengembangan ilmu pengetahuan, bidang penelitian dan pertukaran mahasiswa dan dosen. Kerjasama itu juga hanya berlaku selama lima tahun mendatang.

“Hubungan kami dengan Professor Nobukazu Nakasato sudah dua tahun lalu,” jelasnya.


Penulis: Yusuf Sagoba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here