Alkhairaat Palu – Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, beberapa waktu yang lalu, merilis 235 Perguruan Tinggi yang berstatus non aktif berdasarkan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), dimana Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu merupakan salah satu di antaranya.

Menanggapi rilis tersebut, Rektor Unisa Palu, Dr. H. Hamdan Rampadio, S.H., M.H., membenarkan bahwa Unisa Palu mendapatkan status non aktif dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) terhadap Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) kampus tersebut.

“Sanksi non aktif terhadap PDPT Unisa Palu, bukan kampus yang ditutup,” ungkap Rektor.

Penetapan status non aktif ini diakui Rektor meresahkan masyarakat. Ia menerima banyak telepon dan pesan pendek yang menanyakan soal status dan kelanjutan kampus Unisa Palu.

“Informasi tentang penutupan Unisa Palu adalah informasi sesat. Kalau ada yang bilang Unisa Palu akan ditutup karena status non aktif, berarti orang itu tidak paham dengan dengan peraturan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Menurut Rektor, penetapan non aktif untuk Unisa Palu disebabkan oleh kasus Jurusan Pertambangan yang menjalin kerjasama dengan Universitas Perjuangan Republik Indonesia (UPRI) Makassar serta kekurangan rasio dosen yang ada di Prodi Pendidikan Dokter. Akibatnya, Dikti menetapkan status non aktif terhadap Unisa Palu. Pada saat ini, kedua kekurangan tersebut telah dibenahi dan diharapkan, dalam waktu dekat ini, sudah bisa teratasi.

Berdasarkan data dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Kemristek) serta Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti), kekurangan dosen di Perguruan Tinggi Negeri berjumlah 1.469 dosen, sedangkan di Perguruan Tinggi Swasta mencapai 4.597 dosen. (Kompas: Aturan Baru Soal Dosen)

Secara terpisah, Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, M.P., selaku Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, menjelaskan bahwa status non aktif PDPT bersifat pembinaan dan akan diaktifkan kembali setelah PTS tersebut melakukan perbaikan.

“Penon-aktifan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) bersifat pembinaan,” ungkapnya saat memberikan materi pada temu ilmiah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Jumat (28/8).


Penulis : Alfagih Mugaddam

Editor : Mahdi Muhammad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here