Alkhairaat Palu – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menyelenggarkan Dialog Kebangsaan di Gedung Micro Teaching Fakultas Agama Islam, Kamis (1/10).

Hadir dalam acara ini Wakil Rektor I Unisa Palu, Dr. Mohammad Yasin, S.E., M.P., Dekan Fakultas Agama Islam, Asbar Tantu, S.H.I, M.H., serta ratusan civitas akademika Unisa Palu.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh BEM FAI Unisa Palu. Menurutnya komunisme adalah musuh bersama termasuk bagi institusi pendidikan Unisa Palu yang mengutamakan akhlak dan bernafaskan Islam.

“Empat pilar kebangsaan adalah benteng dalam menangkal semua ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” paparnya.

Tampil sebagai pemateri pada kegiatan ini, antara lain: Irwan Narsin, Kepala Bidang Politik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Letnan Kolonel Inf. Bayu Tiriyanto, S.Sos, Komando Resimen (Korem) 132 Tadulako, dan perwakilan dari akademisi IAIN Palu dan tokoh muda di lingkungan Alkhairaat, Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I.

Menurut Faisal Attamimi, komitmen Alkhairaat terhadap NKRI tidak perlu diragukan. Menurunya, bangsa Indonesia tidak perlu mengganti Pancasila dengan ideologi baru karena semua sudah terampung baik dalam Pancasila.

“Pancasila adalah simbol pemersatu bangsa dan komunisme tidak mengakui keberadaan Tuhan,” tutupnya.

Acara Dialog Kebangsaan ini ditutup dengan pembacaan doa oleh mahasiswa FAI.


Penulis : Wahyu Hidayat

Editor : Alfagih Mugaddam / Ahsan Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here