Alkhairaat Pusat – Selain sebagai bulan suci yang, di dalamnya, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh, bulan Ramadan juga merupakan bulan dimana al-Qur’an diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad saw.

Setiap tanggal 17 Ramadan, umat Islam memperingati momentum pewahyuan al-Qur’an (Nuzul al-Qur’an) tersebut, tidak terkecuali di Alkhairaat.

Dalam memperingati momen Nuzul al-Qur’an tahun ini, Ketua Utama Alkhairaat, H.S. Saggaf Aljufrie, M.A., tampil sebagai penceramah di Mesjid Alkhairaat, Kota Palu, Jumat (3/7).

Dalam ceramahnya, H.S. Saggaf Aljufrie, M.A., menjelaskan bahwa wahyu al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. disesuaikan dengan konteks umat Islam. “Setiap mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada setiap Nabi sesuai dengan keadaan umatnya dan al-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Ketua Utama Alkhairaat.

Mukjizat sendiri berasal dari kata ajaba, yang berarti hal-hal yang membuat orang takjub dan tidak dapat menyangkalnya. “Berbeda dengan mukjizat para nabi lainnya, al-Qur’an merupakan mukjizat yang karenanya orang-orang menerima Islam,” tutup beliau.

Acara dilanjutkan dengan salat Isya yang dipimpin langsung oleh beliau dan dilanjutkan dengan salat Tarawih secara berjamaah yang dipimpin oleh H.S. Hasan Alhabsyie, Lc. M.Ag.

Selepas salat Isya dan Tarawih berjamaah, Ustad Saggaf pun berziarah ke maqam Guru Tua diikuti oleh para jamaah di masjid Alkhairaat.


Penulis: Alfagih Mugaddam

Editor: Nur Ahsan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here