Kelainan celah bibir (bibir sumbing) dan langit-langit dapat mempengaruhi kejiwaan penderitanya. Meski lazim disebabkan oleh faktor genetik, faktor kekurangan gizi dan lingkungan juga turut berpengaruh pada kelainan ini.

Dalam beberapa penelitian, setiap tahun para penderita bibir sumbing semakin bertambah.

“Di Indonesia setiap tahun sekitar 7.500 kasus baru, sedangkan di Belanda kasusnya sekitar 30 setahun. Perbandingan yang sangat jauh karena tingkat kelahiran di negara kita juga tinggi,” kata Asri Arumsari, Ketua Persatuan Ahli bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PPABMMI) Jawa Barat, Jumat (15/11), di sela acara Asian Congress of Oral and Maxilofacial Surgeons (ACOMS) yang ke-10.

Mengingat banyaknya kasus kelainan celah bibir dan langit-langit tersebut, Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu akan mengadakan Bakti Sosial, Sabtu hingga Minggu, tanggal 15-16 Agustus 2015.

Kegiatan sosial ini rencananya akan diselenggarakan di R. S. Sitti Masyita Palu tanpa dipungut biaya alias gratis.

Berikut persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap peserta kegiatan ini:
1. Usia di atas 4 bulan.
2. Untuk org dewasa batas umur 50 tahun.

Tempat pendafataran:
1. RS. Sitti Masyita Palu.
2. Sekretariat TBM Arteria FK Unisa Palu.

Contact person:
1. Yustiadi: 081333242705
2. Ibu sadra: 0811456024


Penulis: Alfagih Mugaddam

Editor: Raisa NA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here