Alkhairaat – Habib Mochsen bin Ali Alhabsyie kemarin (19/3) mendapat giliran menjadi pemateri pada Halaqah Guru Tua yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis di Masjid Alkhairaat Palu. Pada kesempatan itu, Habib Mochsen membedah bab taubat yang terdapat pada Kitab Riyadhush-Shalihin karya Imam Nawawi.

Dalam kajian tersebut, Habib Mochsen menyampaikan pandangan Imam Nawawi tentang syarat sahnya taubat. Menurut Imam Nawawi, kata Habib Mochsen menjelaskan, ada tiga syarat sahnya Taubat seseorang, yaitu (1) Mengangkat semua maksiat dari dalam dirinya, (2) menyesal, dan (3) tidak mau kembali melakukan maksiatnya lagi.

“Tidak sah Taubat jika tidak memenuhi ketiga syarat tersebut,” ujar Habib Mochsen. Selain itu, lanjutnya, benar-tidaknya akidah juga menjadi salah satu syarat yang menentukan diterima-tidaknya Taubat.

Pada kesempatan itu, Habib Mochsen lebih lanjut mengatakan, orang yang baik adalah orang yang bertaubat di setiap kesempatan untuk menyesali dosa-dosa yang telah dilakukannya.

“Rasulullah saja yang tidak berdosa (maksum) beristigfar atau bertaubat 70 kali dalam sehari,” kata Habib Mochsen.

Habib Mochsen menjelaskan, Allah membuka diri setiap saat untuk menerima taubat hamba-Nya tetapi bukan berarti bahwa Taubat tidak memiliki batas waktu penerimaan.

“Ada dua batas waktu di mana Taubat tidak diterima lagi, yaitu ketika matahari terbit dari barat dan ketika nyawa sudah mencapai kerongkongan,” jelas Habib Mochsen.

Kajian keislaman yang dihadiri oleh puluhan warga Alkhairaat tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam. Para hadirin tampak khusyuk mendengarkan bacaan kitab kuning oleh Zainal Abidin, pengajar di Raudhatul Musthafa Lilkhairaat, yang kemudian dijelaskan maknanya oleh Habib Mochsen.


Penulis : Irfan

Sumber : MAL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here