Alkhairaat Palu – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulteng tahun ini akan melakukan literasi dampak media penyiran TV dan Radio pada lingkungan Madrasah yang ada dibawah naungan perguruan Alkhairaat. Selanjutnya hal yang sama juga akan dilakukan pada sekolah umum, mulai SD hingga SMA sederajat.
“ini merupakan program KPID Sulteng yang tidak lain untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi terkait dampak media penyiaran. Sebab mereka merupakan generasi kita yang harus tahu begitu derasnya dampak media yang bisa merusak perkembanganya,” kata Devisi Penyiaran KPID Sulteng, Ibrahim Lagandeng usai menemui Ketua Utama Alkhairaat, HS. Saggaf Aljufrie di kediaman beliau, Rabu (14/1).

Lebih lanjut dia mengatakan, dampak media penyiran sulit terkontrol. Berbagai program acara yang ditampilkan juga sangat mempengaruhi generasi muda, khususnya di tingkat pelajar.

“Alhamdulillah, apa yang menjadi niat KPID mendapat apresiasi yang sangat baik dari Ketua Utama Alkhairaat,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga akan meluncurkan buku khotbah yang nantinya akan dibagikan pada seluruh Kabupaten/Kota di Sulteng, dimana Ketua Utama Alkhairaat akan menjadi mukadimah dalam buku tersebut.

“Penerbitan buku khutbah ini tidak lain juga sebagai filter terhadap dampak penyiaran. Buku khutbah ini juga melibatkan sejumlah tokoh yang ada di lingkup perguruan Alkhairaat,” tambahnya.

Menurut dia, terbitnya buku khutbah itu juga bekerjasama dengan Kemenag dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng, sehingga benar-benar bermanfaat.

“Habib sangat merespon dengan penerbitan buku ini, malah beliau menyarankan agar buku ini terbit secepatnya,” tutupnya.


Penulis: Hady

Sumber: Media Alkhairaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here