Alkhairaat – Sejumlah guru sertifikasi di Alkhairaat mengaku bingung karena andaya ketentuan mengajar 24 jam per minggu. Hal itu untuk memenuhi kewajiban profesi sesuai dengan UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Ketentuan tersebut juga menjadi penentu pembayaran tunjangan sertifikasi.

Kepala SMP 1 Alkhairaat Pusat Palu, Sayyid Alwi Aljufrie, Senin (5/1) mengatakan, capaian mengajar 24 jam dalam seminggu itu sulit direalisasikan. Sebab, jumlah anak dan kelas di sekolahnya tidak berimbang dengan jumlah guru bersertifikasi yang ada.

“Apalagi sistem pendidikan dalam kurikulum kembali ke KTSP semakin sulit,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut, jam mengajar idealnya 16 jam per minggu yang kemudian dievaluasi secara berkala.

“Dengan begitu seorang guru tidak akan merasa dikejar tanggungjawab untuk memnuhi jam pelajaran,” tambahnya.

Jika tidak demikian kata dia, maka guru bersertifikasi akan terganggu tanggungjawabnya mengajar dalam kelas, karena hanya terfokus mengejar target, akibatnya akan berdampak kepada peserta didik.

“Mereka sudah tidak fokus lagi dan tidak memikirkan target capaian proses pembelajaran dalam kelas karena hanya sekedar memenuhi ketentuan jam mengajar,” terangnya.

Guru agama SMK Alkhairaat, Masani menyebutkan, guru agama disekolah it sebanyak tiga orang, semuanya bersertifikasi. Sebelumnya, ketiganya sempat panik dengan ketentuan untuk memnuhi jam mengajar sebanyak 24 jam per minggu.

Namun kata dia, saat ini hal itu bukan menjadi masalah lagi, sebab jam mengajarnya sudah terpenuhi, karena adanya penambahan jam pelajaran agama dari dua jam menjadi empat jam, masing-masing pelajaran agama Islam dua jam dan pelajaran al-Qur’an Tajwid dua jam.


Penulis: Yusuf Sagoba

Sumber: Media Alkhairaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here