Alkhairaat – HS. Idrus Alhabsyie menyebutkan, karakter bangsa saat ini ditentukan oleh sistem pendidikanya. Hal ini disampaikan HS. Idrus Alhabsyie, usai memimpin rapat panitia Maulid Akbar di Kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Senin (5/1).
Sayyid Idrus, tidak jelasnya arah pendidikan di Indonesiadisebabkan konsep pendidikan yang keliru yakni hanya memetingkan kecerdasan individu tanpa mempertimbangkan konsep kecerdasan sosial dan spirit religius.

Konsep sosial merupakan tujuan pendidikan Pancasila, sementara konsep Religius adalah dasar keseimbangan pola pikir dalam mengambil keputusan.
“Konsep Religius itu yang membentuk prinsip setiap generasi,” terangnya.

Sayyid Idrus menambahkan, kecerdasan intelektual yang bersifat individual tidaklah salah, akan tetapi harus dibarengi dengan dua konsep pendidikan yang dimaksud agar terjadi kesinambungan tentunya dengan memperhatikan durasi pembelajaran disetiap sekolah. Sebab kata Sayyid Idrus, durasi pembelajaran juga akan mempengaruhi pola pikir dan tingkat pemahaman setiap peserta didik.

Sayyid Idrus juga menyorot durasi pelajaran agama yang hanya dua jam, baginya kurang tepat karena tidak maksimal dalam memberikan pemahaman agama secara mendalamkepada siswa.
“Mana bisa kita menjelaskan kalau durasi pelajaran agama hanya dua jam saja,” kata Sayyid Idrus.

Pimpinan Pesantren Raudhatul Mustafa Lil Khairaat ini mejelaskan, semua tingkatan sekolah harus memprioritaskan mata pelajaran agama untuk menyesuaikan dengan visi pemerintah, yakni memangun karakter bangsa yang hilang melalui dunia pendidikan.
“Apa lagi kurikulum kita yang suka berubah-ubah setiap kali pergantian pejabat,” tutup Sayyid Idrus.


Penulis: Yusuf Sagoba

Sumber: Media Alkhairaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here