Alkhairaat Palu – Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola MSi mengajak seluruh warga Sulteng untuk mengunjungi Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus di Palu.

Menurut gubernur, pesan-pesan keagamaan dalam qasidah gambus sarat dengan ajaran kebaikan dan mencegah kemungkaran. 

“Mari ajak keluarga nonton qasidah karena ajarannya sarat dengan kebajikan dan mencegah kemungkaran,” kata Gubernur Longki saat memberikan sambutan pada malam pembukaan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus tingkat nasional ke-19 di halaman Masjid Agung Darussalam Palu, Sabtu (15/11). Turut memeriahkan kegiatant ersebut adalah pameran usaha kecil menengah (UKM) dan kuliner menu nusantara. 

Dikatakan, senibudaya Islam seperti qasidah dan gambus masuk kewilayah Sulteng salah satu di antaranya dibawa oleh Guru Tua Almukarram Sayyid Idrus bin Salim Aljufri. Guru Tua adalah pendirian Perguruan Islam Alkhairaat Pusat Palu pada tahun 1930.

Sementara itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof. Dr. HM. Mochsen, MA., mengatakan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional di Palu merupakan upaya untuk mengembangkan kreatifitas, sehingga diharapkan berperan dalam pembentukan kepribadian bangsa dengan sikap santun dan beradab.
“Seni adalah manifestasi manusia dalam rangka ibadah. Karena itu, seni budaya dalam Islam bukan hanya mengandalkan estetik, tetapi juga dalam penguatan misi dakwah Islam yang rahmatan lilalamin,” ujarnya saat mewakili menteri agama.

Ia menambahkan, seni budaya juga berfungsi sebagai tanggul kemerosotan akhlak dan perilaku negatif. Karena itu pihaknya memberikan apresiasi terhadap qasidah, marawis, orkes gambus, upacara adat serta kegiatan lain dalam binaan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi).

Kafilah Sulteng Terbanyak

Ketua Lasqi Sulteng Baharuddin HT dalam laporannya mengatakan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional ke-19 tahun 2014 di Palu digelar hingga Kamis (20/11) mendatang. Total peserta ada 444 orang, 112 orang di antaranya peserta utama.

Tuan rumah Sulteng dalam kegiatan ini menurunkan 50 kafilah, sama dengan jumlah kekuatan yang diturunkan kontingen Sulawesi Tenggara. Sulawesi Selatan dan Maluku masing-masing mengikut sertakan 30 utusan. Lalu berturut-turut Maluku Utara 25 orang, Nusa Tenggara Barat 23 orang, Papua 17 orang, Gorontalo 11 orang, Sulawesi Barat 7 orang dan Nusa Tenggara Timur 5 orang. Peserta lain juga datang dari Kalimantan, Jawa dan Sumatera.

Final dihelat pada Selasa (18/11) lalu pada hari berikutnya, Rabu (19/11), para kafilah akan mengikuti City Tour atas undangan Bupati Donggala.

Kegiatan diakhiri dengan makan malam dan penutupan. Akomodasi peserta di Asrama Haji Transit Palu. Pantauan Mercusuar, acara pembukaan di halaman Masjid Agung dihadiri ribuan orang, termasuk warga Palu. Acara diramaikan dengan pameran usaha kecil menengah dan kuliner menu nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here