Sebagai salah satu SMA yang berstatus Rintisan Sekolah Standar Nasional(RSSN), SMA Alkhairaat Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, semakin mengetatkan segala sistem untuk mengatur sekolah menuju Sekolah Standar Nasional (SSN).

Kepala SMA Alkhairaat Kalukubula, Salim Mahdi mengatakan, pada Penerimaan Siswa Baru(PSB)ini misalnya, sekolah ini membatasi jumlah pendaftar. Jumlah pendaftar untuk sekolah yang berkapasistas dua ruangan belajar untuk kelas satu, dibatasi sebanyak 60 siswa.

“Sebenarnya dalam SSN, jumlah siswa untuk kelas satu sebanyak 32 orang untuk satu kelas. Namun untuk SMA ini dibatasi sebanyak 30 orang saja setiap kelas, “ kata Salim ditemui di kediamannya, Ahad kemarin.

Salim mengatakan, dalam menghadapi SSN, ada delapan yang standar harus dipenuhi. Delapan standar ini yakni, standar isi kurikulum, standar kompetensi lulusan (SKL), standar proses,standar pengelolaan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan dan standar penilaian.

Olehnya, penguatan sistem untuk sekolah yang ber-visi Ceria(cerdas, beriman dan berakhlak)ini, sangat dibutuhkan agar SSN yang diharapkan terealisasi dengan baik. pada visi Ceria ini, calon Kepala Sekolah SMP Madani Sulteng ini mengatakan, diharapkan siswa juga memiliki kualitas kecerdasan, keimanan dan akhlak, sehingga ini juga mendorong untuk lebih meningkatkan SKL.

Begitupun penguatan pada standar sarana dan prasarana. “Sekolah ini memiliki laboratorium IPA, ruang kelas multimedia dan sarana perpustakaan yang memadai,” sebut Salim.

Lain lagi dengan kapasitas guru, kata Salim guru yang ada di sekolah ini hampir semuanya tersertifikasi. Dan kebanyakan guru-guru pada sekolah in, memiliki kualitas mumpuni dalam jurusan pendidikan.

Di Sulawesi Tengah, SMA berstatus RSSN hanya terdapat dua sekolah swasta yakni SMA Alkhairaat Pusat Palu dan juga SMA Alkhairaat Kalukubula. Olehnya harap Salim, ini juga menggenjot kualifikasi sekolah swasta lainnya.

Ia mengatakan, selama dalam rintisan dua tahun berjalan ini, SMA Alkairaat telah melakukan beberapa kali pelatihan. “Kami sudah berapa kali melakukan pelatihan dan workshop yang diikuti oleh SMA-SMA lainnya. Bahkan hingga saat ini masih ada workshop yang belum kami laksanakan,“kata Salim lagi.


Sumber : Kemenag Sulteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here