Ponpes Alkhairaat di Bakar ... !

Gedung pondok pesantren (Ponpes) Alkhairaat, Kota Jawa, Teluk Ambon, Sabtu dini dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).
Meski api sempat menjalar, namun api dapat dipadamkan oleh para santri dan guru di ponpes itu.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang santri bernama Andi (13) keluar dari ruang pemondokan karena hendak buang air kecil.

Andi mengaku, saat ia keluar dari ruangan pemondokan (barak) sempat melihat seseorang berlari keluar dari gedung yang terbakar tersebut. Namun ia tidak mengenal sosok orang tersebut karena begitu cepat berlalu dari pandangan matanya.

“Saya lihat ada satu orang berlari keluar, tapi saya tidak kenal soalnya agak jauh,” tutur dia saat itu.

Pimpinan Ponpes Alkhairaat, Ust. Fikram Ibrahim menyebutkan, ada tiga ruangan yang sempat dibakar OTK. Dan hampir seluruh isi dalam ruangan itu, terutama buku-buku dan perabot siswanya ikut terbakar.

Ruangan yang terbakar itu, sebut dia, dua ruang belajar (Kelas II dan III) dan 1 ruang perpustakaan. Yang kesemua ruangan tersebut berada dalam satu gedung. Hanya saja, ruangan yang dibakar itu tidak berurutan, namun dipisahkan ruangan lain.

Ruang belajar Kelas II dan III misalnya disekat ruang belajar kelas I. Sementara ruang perpustakaan lama dengan ruangan kelas II yang terbakar disekat ruang kantor dan musollah.

Ia menyebutkan, dari bau yang menyengat saat terjadinya kebakaran, sepertinya pelaku pembakaran menggunakan bahan bakar jenis premium (bensin).

“Bisa dicium (hirup) sendiri sisa-sisa bau di ruangan yang terbakar ini, sepertinya ini bau bensin,” ujar dia kepada koran ini sambil menunjuk salah satu jendela kantor yang terkena siraman bensin. Untung saja ruangan tersebut tidak sempat dibakar.

Soal berapa kerugian materi akibat dari pembakaran tersebut, ia mengaku belum sempat menghitungnya. Namun barang-barang yang paling banyak terbakar saat itu adalah buku-buku pelajaran baik yang ada di ruang belajar siswa maupun di perpustakaan.

Bahkan, di ruang belajar kelas III hampir seluruh buku-buku dan perlengkapan siswanya ludes dimakan api. Bahkan, jilatan api diperkirakan sudah menjangkau plafon ruangan. Ini terlihat dari bekas hitam (jilatan api) di atas plafon ruangan tersebut.


Penulis : Admin

Sumber : Rakyat Merdeka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here